Selasa, 09 Juli 2013

Kesehatan Masyarakat? Why Not?

Aku tadi sedang membaca pertanyaan seorang teman di grup yang aku ikuti. Dia tanya gini; "Aku gak lolos SBMPTN, terpaksa ngambil Ilmu Kesehatan Masyarakat." Aku langsung tersentil, karena itu juga yang aku alami waktu diterima SNMPTN bulan Mei lalu.
Sebenarnya aku kepengen masuk Pendidikan Biologi di UNNES, atau Sastra Indonesia UNNES. Sampe-sampe 2 prodi itu aku jadikan target dan kupasang tulisannya di dinding kamar. Tapi waktu mau milih prodi di web SNMPTN aku malah bingung, akhirnya kuserahkan sama Bapak yang kebetulan menyaksikanku bengong milih jurusan. Bapakku langsung nyari-nyari info prodi IPA yang bagus, lalu Beliau menyarankan aku di Teknologi Pangan atau Kesehatan Masyarakat. Karena di UNNES gak ada prodi Teknologi Pangan, jadi aku pilihnya Kesehatan Masyarakat. 

Aku cuma bilang sama Bapak, prodi apapun, asal masih ada Biologinya, aku MAU. Karena aku merasa mampu dan dari dulu minatku memang di Biologi. Bapak kurang setuju aku ambil prodi pendidikan, teman-teman pun ngetawain waktu aku bilang mau ambil prodi pendidikan. Mungkin karena menurut mereka aku tidak pantas jadi guru, dan sebenarnya dari dulu aku gak pengen jadi guru. Gara-gara keikut temen, aku jadi asal aja milih Pendidikan Biologi.
Akhirnya pilihan pertamaku jatuh di Kesehatan Masyarakat UNNES, disusul Pendidikan Biologi. Loh, Sastra Indonesianya gimana? Aku mikirnya, mau jadi apa aku kalau ambil Sastra Indonesia? Penulis? emang itu hobiku sekarang, tapi gak mungkin aku cuma nulis doang. Sampe sekarang pun aku belum bisa ngebanggain ortuku dengan hobi menulisku. Apalagi dulu disaranin guru menulisku, supaya aku gak ambil Sastra Indonesia. Lebih baik ambil prodi lain, jadi kamu bisa memasukkan ilmu yang kamu dapat di tulisanmu. Kalau kuliah di Sastra Indonesia, aku cuma tahunya tentang sastra. Sementara penulis yang baik kan bisa menjangkau ilmu apapun untuk jadi bahan penulisannya. Masak mau nulis tentang orang yang suka nulis aja? Suatu saat kan bisa kita nulis kisah hidup seorang dokter. Padahal kita bukan dokter, jadi perlu riset atuh. 
Aku pikir, kalau aku nanti jodohnya di nulis, ya ayuk. Kalau jodohnya di kesehatan atau guru? ya ayuk atuh :) akan jadi apapun aku nanti, yang penting aku bisa berguna untuk orang lain *tsaah :)
Sebelum pengumuman aku berharapnya diterima di pilihan kedua alias Pendidikan Biologi, tapi waktu pengumuman dibuka, ternyata aku diterima di pilihan pertama alias Kesehatan Masyarakat. Memang sempat ada perdebatan di hati apakah aku ikhlas masuk Kesehatan Masyarakat? Malah sempat ada niat untuk mundur, dan aku akan mengambil Sastra Indonesia. Picik banget kan? Udah dikasih kesempatan, dapat beasiswa pula, eh mau dilepas. Tapi aku dapat motivasi dari orang-orang bahwa Kesehatan Masyarakat adalah prodi yang menjanjikan prospek kerja yang bagus. Sampe kebawa mimpi lagi. Aku searching di internet, dan aku nemu ini. Ternyata banyak banget kerjaan yang menerima lulusan sarjana Kesehatan Masyarakat. Di antaranya:
1. Manager RS/puskesmas
2. Quality control supervisor pada perusahaan makanan dan minuman
3. Safety engineer
4. Analis Kesehatan
5. Epidemiolog
6. Konsultan gizi
7. QHSE Manager
8. Dinas Kesehatan
9. Bapedal
10. Konsultan amdal
11. dll

Banyak kaan? Aku jadi semakin yakin untuk ngambil prodi IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat) ini. Ini juga karena dulu aku ngebet banget pengen jadi dokter, tapi semakin bertambahnya usia aku jadi nyadar kalau jadi dokter itu butuh budget yang guedee. Jadi aku beralih cita-cita jadi penulis. Jadi penulis? Ha? Mau makan apa kau dari nulis? Iya aku juga nyadar kok.
Diceritain senior yang udah kuliah di IKM, kayaknya seru. Di IKM mahasiswa dibimbing untuk terjun ke masyarakat yang beragam, dituntut berpemikiran kritis untuk menelurkan kebijakan kesehatan, tanggap terhadap pemasalahan kesehatan. Seru kayaknya :) Dan di IKM mahasiswa gak cuma belajar tentang kesehatan, mereka juga belajar tentang statisika penduduk. Jadi lebih luas cakupan kerjanya.
Sarjana IKM bukan mengobati penyakit seperti halnya dokter, tapi lebih kepada pencegahannya. Mulia kan? 
Sempat ada yang bilang kepadaku; "Kesehatan masyarakat? Jauh dong dari hobi." lalu ada quotes menarik dari teman; "Hobi tetap hobi, lain jalan dengan cita-cita. Cita-cita itu gak mesti harus apa yang digemari atau bakat yang kita punya, tinggal kita jalani dengan ikhlas dan tekun, semua akan indah pada waktunya.
Jadi lulusan KesMas yang suka nulis, why not? Menulis itu bisa dilakukan siapa aja kok. Mungkin nanti aku gak jadi penulis fiksi, tapi beralih ke penulis buku kesehatan. Kan siapa tahu? :)

Jadi, masih ragu buat ngambil Kesehatan Masyarakat?
Reaksi:

12 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. wah, di unnes ya, mba. salam kenal dari alumni unnes juga :D

    BalasHapus
  4. tips"nya dong mbak.. saya sekarang masih kelas xii. dan bingung kuliah dimana,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, maaf ya baru buka blog hehe. Sekarang sudah diterima di prodi apa?

      Hapus
  5. mbak aku masih bigung ambil prodi apa,sebenernya menurut aku dan kata temenku sih pasion ku ada di biologi tapi ak juga lema di itung itungan.soalnya kan tes sbm yang saintek ada matem sama fisikanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe maaf nurfita baru balas, sekarang sudah diterima di jurusan apa? Dulu saya yang milihin jurusan bapak saya, saya bilang pokoknya jurusan yang ada sangkut pautnya sama biologi, karena nilai saya yang paling bagus biologi hehe ^_^

      Hapus
  6. Mbak, aku pernah denger ada temenku bilang kalo FKM unnes menginduk sama PJKR itu bener ngga ya? Atau fakultas sendiri? Trimms

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai ainaya, wah salah itu dek. Yang menginduk pada jurusan PJKR itu prodi PGPJSD (Pendidikan guru pendidikan jasmani sekolah dasar). Memang FKM belum berdiri, tetapi sedang diusahkan untuk menjadi fakultas tahun depan. Sekarang kesehatan masyarakat masih menjadi bagian dari fakultas ilmu keolahragaan. Tetapi kami mempunyai 5 peminatan, sama dengan FKM UNDIP. Untuk masalah kualitas, saya optimis untuk dibandingkan dengan FKM, meskipun kami masih berbentuk fakultas :)

      Hapus
  7. kak tunggu zahra tahun depan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walah, tahun depan saya rencananya lulus dek :)

      Hapus
  8. Kaa jurusan di kesmas unnes ada apa aja kira kira?

    BalasHapus