Sabtu, 25 Februari 2017

Buat Kamu yang Sedang Mempersiapkan Skripsi

Source: google.co.id

Siang ini, ceritanya aku lagi mau nyicil membuat outline bab 4-5 Skripsiku, tapi entah kenapa belum muncul mood. Jadi, aku coba nulis ini, karena pasti sebentar lagi banyak adik tingkat yang bakal tanya-tanya, tips-tipsnya untuk mengerjakan proposal skripsi. Jadi, kalau aku repot dan gak sempat jelasin ke mereka, bisa kuminta saja mereka buka artikelku ini. Sekalian nambah rate blog walking haha :D

Skripsi, mungkin adalah satu kata yang menjadi momok bagi semua mahasiswa Strata Satu (S-1). Bagaimana tidak, rasanya baru beberapa waktu yang lalu meraka belajar hingga larut malam dan berdoa tak putus-putus demi bisa masuk ke perguruan tinggi, kemudian harus berjuang untuk keluar dengan gelar kebanggan dengan mengerjakan skripsi. Jika kata orang, "badai pasti berlalu", maka itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi mahasiswa akhir. Iya, badai pasti berlalu, tetapi harus dilalui terlebih dulu.

Jika kamu mahasiswa yang masih menempuh semester 'akhir' sebelum menginjak ke semester 'skripsi', ada beberapa hal yang mungkin perlu kamu siapkan nih.

Siapkan judul proposal

Mulai sekarang, kamu paling tidak sudah mulai menabung judul-judul untuk proposal skripsi. Cobalah luangkan waktu setidaknya seminggu sekali ke perpustakaan dan lihat-lihat judul skripsinya kakak tingkat di jurusanmu. Judulnya dulu aja, supaya kamu bisa dapat gambaran tentang bagaimana selera penulisan skripsi di jurusanmu. Bawa catatan kecil atau siapkan aplikasi Notes di smartphonemu untuk mencatat judul skripsi 'baru' yang terlintas di kepalamu sewaktu-waktu.

Kenali passion dan kemampuanmu

Setelah kamu menabung judul skripsi, kamu jangan sampai lupa berkaca ya. Maksudnya, kenali kemampuan dan minatmu. Pasti ada dong, setidaknya satu mata kuliah yang kamu minati, entah karena materinya yang memang gampang kamu cerna, atau dosen yang mengampu mata kuliah itu yang membuatmu terkesan. Biasanya tema skripsi berhubungan dengan minimal satu mata kuliah yang pernah kamu ambil. Lalu, balik lagi tanya ke dirimu, apakah kamu benar-benar mampu jika mengambil topik/tema itu? Pelajari apa saja kemungkinan yang bisa terjadi jika kamu mengambil topik/tema skripsi itu. 

Kenali calon dosen pembimbingmu

Jika kamu sudah menetapkan satu topik/tema untuk skripsimu, langsung deh kamu cari tahu kira-kira siapa dosen yang akan membimbing kamu. Biasanya dosen pembimbing disesuaikan dengan topik/tema skripsi kita. Hal yang mudah buat kamu, karena biasanya dosen pembimbing itu adalah dosen yang biasa mengampu mata kuliah yang relevan dengan topik/tema skripsimu. Setelah menetapkan beberapa nama yang bakal jadi dosen pembimbingmu, list semua hal berkaitan dengan karakter dosen tersebut yang akan memudahkanmu dalam proses bimbingan skripsi. Beberapa institusi membebaskan kepada mahasiswanya untuk mencari sendiri dosen pembimbing, namun beberapa institusi memilihkan dosen pembimbing untuk mahasiswanya. Jika kamu merasa tidak nyaman dengan dosen tertentu di jurusanmu, kamu bisa hindari topik/tema skripsi yang mungkin bakal dibimbing oleh Beliau.

Memecahkan masalah, bukan menciptakan masalah

Yap, ini kadang yang sering keliru. Dalam skripsi itu sendiri, kita dituntut membuat suatu karya ilmiah untuk memecahkan masalah, bukannya menciptakan masalah. Umumnya, mahasiswa membuat judul skripsi dulu, baru mencari tempat penelitian yang sesuai dengan judul skripsi dan memiliki masalah yang ingin kamu pecahkan. Ini merepotkan, bisa saja kalau ternyata masalah yang ingin kamu teliti itu ternyata adanya di Papua sana. Padahal kamu ada di Aceh, misalkan. Cobalah untuk lebih peka terhadap lingkungan di sekitarmu. Jangan cuma peka ke si dia. Pasti ada banyak masalah yang bisa kamu ambil untuk dijadikan topik skripsimu.

Belajar, dan jangan ragu untuk berargumen

Nah, sebelum kamu mengajukan proposal skripsimu ke dosen pembimbing, pelajari dulu secara matang topik skripsimu. Kalau perlu buat alur pikir yang akan memudahkanmu menjelaskan ke dosen pembimbing. Ini supaya dosen pembimbingmu yakin kalau kamu sudah mantap mengambil topik skripsi itu dan tahu apa yang harus dilakukan dengan topik itu. Dosen juga manusia, terkadang topik skripsi yang dipilih oleh mahasiswa bukan topik yang dibidangi/diminati oleh dosen pembimbing. Di sini, kamu bisa mencoba berargumen, tunjukkan bahwa topik yang kamu ambil itu penting dan memiliki nilai kebermanfaatan untuk ilmu pengetahuan dan juga masyarakat. Berargumen dengan rendah hati ya, artinya tidak menggurui dosen pembimbing. Jika dosen pembimbingmu belum yakin juga pada topik skripsimu, cobalah tawarkan alternatif topik yang lainnya. Tapi, ini jadi opsi paling akhir ya. Sekali lagi, cobalah untuk berargumen, namun jangan juga mudah menyerah jika dosen pembimbingmu kurang respect pada topikmu.

Buat timeline rencana pengerjaan skripsimu

Terakhir nih, kusarankan untuk membuat timeline rencana pengerjaan skripsimu. Kamu mungkin bisa mulai merancang kapan kamu harusnya selesai mengerjakan proposal, kapan penelitian, kapan sidang skripsi, kapan pendadaran, sampai kapan kamu wisuda. Seriously, aku percaya bahwa jika kita menuliskan mimpi kita, maka alam bawah sadar kita akan menuntun langkah kita untuk meraihnya. Selain itu, timeline ini bisa juga jadi pengingat agar kamu disiplin dengan waktu. Pernah dengar ini gak, "Menunda mengerjakan skripsi berarti menunda menikah". Yah, coba deh cari tahu apa motivasi terbesarmu mengerjakan skripsi. Mungkin itu bisa membantumu untuk disiplin ngerjain skripsi. 
Reaksi:

2 komentar:

  1. haloooo runy ginevla ahhahhah msi inget aku kaaan *awas klo ga inget* wkwkkwk
    .
    hmmmm mgkn nti adik2 tingkatnya bakal nanya tips2 dapet ide buat judul skripsinya gmnaaa hahahhahh...
    .
    btw conan movie terbaru udah tayang di blitx,,tp aku blm ntn juga c huhuhuhuhuhu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooo kak ca ya... inget dooong, masa lupa sama kakak sendiri :v
      Nah itu, kalau bagian itu saya gak melayani mbak wkwk
      Wah iyakah? Berarti movie yang ke-20 ya mbak? Saya nunggu downloadan film dari adek saya aja lah hihi

      Hapus